WhatsApp-Image-2026-02-20-at-11.45.51-1-1200x391.jpeg
20/Feb/2026

📢 POI Jaya proudly presents…
✨ The 5th Jakarta Annual Collaborative Cancer Meeting (JACCM 2026)

Take part in advancing cancer care through collaboration, integration, and innovation. JACCM brings together leading international and national experts to deliver hands-on workshops and masterclasses on frequently encountered yet challenging oncology issues, along with a comprehensive symposium on cancer care.

🔥 REGISTER NOW & ENJOY EARLY BIRD SPECIAL PRICES!
Get special symposium rates when you join the workshop (bundle) 😉

👉 https://bit.ly/JACCM2026

Be part of the future of cancer care by submitting your abstract!
🗓 Deadline: 15 March 2026
Abstract guidelines & submission:
https://bit.ly/FormRegistrasiAbstakJACCM26

📞 Contact Person:
Herman — +62 818 0883 3188

See you at JACCM 2026!


Foto-1-WS-Paliatif.jpg
16/Dec/2025

POI Jaya Sukses Gelar Workshop Palliative Care Integration in Oncology, Dorong Integrasi Perawatan Paliatif dalam Layanan Kanker

Jakarta, 7 Desember 2025 – Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) Cabang Jakarta Raya kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pelayanan kanker di Indonesia melalui penyelenggaraan Workshop Palliative Care Integration in Oncology. Kegiatan ilmiah ini berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu (6–7 Desember 2025), bertempat di RS Kanker Dharmais, Jakarta.

Workshop ini bertujuan memperkuat pemahaman serta keterampilan tenaga kesehatan dalam mengintegrasikan perawatan paliatif secara dini dan berkelanjutan pada pasien kanker. Pendekatan ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarganya, tidak hanya pada fase akhir kehidupan, tetapi sejak awal perjalanan penyakit.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua POI Jaya, Prof. Dr. Dr. dr. Ikhwan Rinaldi, Sp.PD-KHOM, M.Epid., M.Pd.Ked., FINASIM, FACP, FISQua, yang sekaligus menyampaikan materi mengenai prinsip tatalaksana kanker. Dalam sambutannya, Prof. Ikhwan menekankan bahwa integrasi paliatif dalam onkologi merupakan bagian tak terpisahkan dari pelayanan kanker yang komprehensif dan berorientasi pada pasien.

Hari pertama workshop diisi dengan materi konseptual dan praktik komunikasi dalam perawatan paliatif, mulai dari Early Palliative Care Integration in Oncology, serious illness conversation, hingga advance care planning. Tidak hanya berupa paparan materi, sesi ini juga dilengkapi dengan roleplay interaktif, yang memungkinkan peserta mempraktikkan langsung komunikasi klinis yang empatik dan efektif dalam menghadapi pasien dengan penyakit serius 

Memasuki hari kedua, fokus pembahasan diarahkan pada tantangan klinis dalam perawatan paliatif, antara lain end-of-life care management, refractory dyspnea, delirium, delirium terminal, hingga malignant bowel obstruction. Setiap topik dikaji melalui kombinasi paparan ilmiah dan diskusi kasus, sehingga peserta mendapatkan gambaran aplikatif yang dapat diterapkan dalam praktik sehari-hari. Workshop juga membahas teknik pemberian obat subkutan dan hipodermoklisis sebagai bagian dari tata laksana paliatif yang aman dan efektif.

Kegiatan ini menghadirkan para pembicara dari berbagai disiplin ilmu, termasuk penyakit dalam, paliatif, psikiatri, neurologi, dan pulmonologi, yang mencerminkan pendekatan multidisiplin dalam perawatan paliatif onkologi. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi yang aktif dan interaksi intensif selama sesi berlangsung.

Salah satu peserta menyampaikan bahwa workshop ini memberikan perspektif baru mengenai pentingnya komunikasi dan kolaborasi lintas profesi dalam merawat pasien kanker. Materi yang disampaikan dinilai komprehensif dan relevan dengan tantangan yang dihadapi tenaga kesehatan di lapangan.

Sebagai penutup, Dr. dr. Maria Astheria, MPallc menegaskan bahwa keberhasilan integrasi perawatan paliatif dalam onkologi membutuhkan sinergi berbagai profesi kesehatan. Melalui kegiatan ini, POI Jaya berharap semakin banyak tenaga kesehatan yang memiliki pemahaman dan keterampilan memadai untuk memberikan pelayanan kanker yang holistik, berfokus pada kualitas hidup pasien, serta berlandaskan empati dan profesionalisme.

Oleh:
Aisyah Nabila Zahra, S.KM


woman-jogging-park_1098-18061.avif
16/Dec/2025

Setelah menjalani pengobatan kanker, banyak penyintas yang ingin segera kembali aktif dan sehat. Namun, kadang muncul pertanyaan: bolehkah saya berolahraga? Olahraga apa yang aman? Jawabannya adalah iya olahraga tidak hanya aman tapi juga bermanfaat, asalkan dilakukan dengan cara yang tepat dan sesuai kondisi tubuh Anda. Penelitian medis menunjukkan bahwa aktivitas fisik dapat membantu proses pemulihan dan meningkatkan kualitas hidup setelah kanker.1

Kenapa Olahraga Penting bagi Penyintas Kanker?

Olahraga teratur memiliki banyak manfaat positif pada tubuh, terutama bagi penyintas kanker:

  • Mengurangi kelelahan yang terkait kanker (cancer-related fatigue). Aktivitas fisik membantu meningkatkan fungsi tubuh dan menurunkan rasa lelah yang sering dialami setelah pengobatan.2
  • Meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan, termasuk suasana hati dan energi. Studi menyebutkan bahwa olahraga bisa membuat Anda merasa lebih bertenaga dan positif setelah diagnosis dan perawatan kanker.1
  • Membantu menjaga berat badan yang sehat, mengurangi stres, dan meningkatkan sistem imun. Kondisi ini penting untuk mencegah risiko penyakit kronis lain dan mendukung pemulihan tubuh.1

Tips Memulai Olahraga yang Aman

Sebelum mulai berolahraga, selalu konsultasikan dengan dokter atau fisioterapis Anda karena kemampuan dan kondisi tiap orang berbeda tergantung jenis kanker, pengobatan yang dijalani, dan tingkat kebugaran Anda saat ini.1

Beberapa panduan umum yang sering direkomendasikan oleh ahli kesehatan adalah:

  • Mulai dengan aktivitas ringan, kemudian tingkatkan secara bertahap jika tubuh sudah lebih kuat.
  • Fokus pada konsistensi, bukan intensitas tinggi di awal. 
  • Selalu dengarkan tubuh Anda: jika terasa sakit, pusing, atau sangat lelah, beristirahatlah. 

Jenis Olahraga yang Direkomendasikan

Berikut adalah beberapa jenis olahraga yang aman dan efektif bagi penyintas kanker:2

1. Jalan Kaki atau Aktivitas Aerobik Ringan

Jalan cepat, bersepeda santai, atau bergerak ringan di sekitar rumah membantu meningkatkan detak jantung tanpa memberi tekanan berlebihan pada tubuh. 

2. Latihan Kekuatan (Strength Training)

Latihan otot ringan seperti menggunakan beban tubuh atau tali resistensi membantu mempertahankan massa otot yang mungkin menurun setelah pengobatan.

3. Latihan Fleksibilitas dan Peregangan

Yoga atau peregangan ringan bisa membantu menjaga kelenturan sendi, meredakan tegang otot, dan membantu relaksasi.

4. Kombinasi Aerobik dan Kekuatan

Menggabungkan latihan kardio dengan latihan kekuatan memberi manfaat ganda untuk jantung, otot, dan suasana hati.

Berapa Banyak dan Seberapa Sering Harus Berolahraga?

Pedoman umum dari American Cancer Society menyarankan penyintas kanker untuk menargetkan:3

  • 150–300 menit aktivitas fisik moderat per minggu, seperti jalan cepat, atau
  • 75–150 menit aktivitas intens per minggu, jika tubuh Anda kuat,
  • Ditambah latihan kekuatan minimal 2 hari per minggu untuk menjaga otot.

Mulailah dari target yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan Anda. Konsistensi yang berkelanjutan biasanya lebih penting daripada intensitas tinggi. 

Catatan Penting

  • Olahraga bukan pengganti pengobatan medis, tetapi merupakan bagian penting dari gaya hidup sehat yang menyokong proses pemulihan dan pencegahan kambuh. 
  • Jika Anda memiliki kondisi khusus seperti anemia, nyeri sendi, atau efek samping dari pengobatan, saran olahraga harus disesuaikan oleh tim medis.

👉 Dapatkan informasi kesehatan lainnya yang terpercaya dan terkini di POI JAYA.

 

Referensi

  1. Campbell KL, Winters-Stone KM, Wiskemann J, May AM, Schwartz AL, Courneya KS, et al. Exercise guidelines for cancer survivors: Consensus statement from an international multidisciplinary roundtable. Med Sci Sports Exerc. 2019;51(11):2375–2390. doi:10.1249/MSS.0000000000002116.
  2. Murad A. Nutrition and physical activity guidelines for cancer survivors [Internet]. Mayo Clinic Connect; 26 Jun 2025 [cited 2025 Dec 13]. Available from: https://connect.mayoclinic.org/blog/cancer-education-center/newsfeed-post/nutrition-and-physical-activity-guidelines-for-cancer-survivors/ Mayo Clinic Connect
  3. American Cancer Society. Physical Activity When You Have Cancer. Cancer.org. 2025.

makanan-sehat-tinggi-protein_82893-3.avif
16/Dec/2025

Bagi orang yang sedang berjuang melawan kanker, pola makan sering kali menjadi salah satu hal yang paling dipertanyakan. Apa boleh makan ini? Apa harus menghindari itu? Kekhawatiran ini wajar, tapi jangan sampai membuat kita overthinking. Yang penting adalah memilih makanan dengan bijak agar tubuh tetap kuat menjalani pengobatan.

Mengapa Pola Makan Itu Penting?

Kanker dan pengobatannya bisa mempengaruhi nafsu makan, rasa makanan, hingga cara tubuh menyerap gizi. Tanpa asupan gizi yang cukup, tubuh bisa cepat lelah, berat badan turun, bahkan sulit melanjutkan terapi (1,3). Karena itu, makanan bukan sekadar “isi perut”, tapi bagian penting dari proses penyembuhan.

A. Makanan yang Dianjurkan

  1. Sumber Protein Sehat
    Protein membantu memperbaiki jaringan tubuh dan menjaga massa otot. Pasien kanker disarankan untuk mencukupi kebutuhan protein sejak sebelum hingga selama pengobatan agar tidak mengalami kehilangan massa otot atau sarcopenia (4).
    Pilihan sumber protein sehat antara lain:

    • Ayam tanpa kulit
    • Ikan (salmon, tuna, sarden)
    • Telur
    • Yogurt atau susu rendah lemak
    • Kacang-kacangan dan lentil

  2. Buah dan Sayur Berwarna-warni
    Buah dan sayur kaya vitamin, mineral, serat, dan antioksidan yang dapat membantu melawan peradangan (1,4,5).

    • Sayuran hijau (bayam, brokoli, kale)
    • Buah kaya warna (pepaya, semangka, blueberry, plum)
    • Sayuran cruciferous (kubis, kembang kol, bok choy)

Ingat tips sederhana: “makan pelangi” karena semakin berwarna, semakin beragam gizinya.

  1. Sumber Karbohidrat Kompleks
    Pilih karbohidrat yang kaya serat dan energi stabil, seperti oatmeal, ubi jalar, nasi merah, dan roti gandum utuh. Makanan ini membantu menjaga berat badan dan kadar gula darah tetap stabil (1,5).

  2. Lemak Sehat
    Lemak baik penting untuk menjaga energi dan membantu penyerapan vitamin. Sumber terbaiknya antara lain alpukat, minyak zaitun, kacang-kacangan, dan ikan berlemak seperti salmon atau tuna (1,4).

B. Makanan yang Sebaiknya Dibatasi atau Dihindari

  1. Daging merah olahan seperti sosis, kornet, dan bacon, karena bisa meningkatkan risiko kanker kolorektal dan penyakit lain (1,5).
  2. Makanan tinggi gula tambahan seperti minuman manis dan kue yang bisa meningkatkan risiko obesitas dan mempengaruhi metabolisme tubuh (1).
  3. Makanan tinggi lemak jenuh dan trans, seperti gorengan dengan minyak bekas atau makanan cepat saji, yang bisa memperparah peradangan.
  4. Produk susu atau makanan mentah yang tidak dipasteurisasi serta daging/ikan setengah matang, karena dapat membawa bakteri berbahaya ketika daya tahan tubuh sedang menurun (4).

C. Tips Saat Menjalani Pengobatan

Selama terapi kanker, kebutuhan kalori dan protein biasanya meningkat (3,4). Karena itu, pasien dianjurkan untuk:

  1. Makan lebih sering dalam porsi kecil.
  2. Memilih makanan padat gizi tapi kecil volumenya, seperti smoothie dari buah, yogurt, dan selai kacang.
  3. Menghindari makanan berbau tajam jika sedang mual.

Jika muncul keluhan seperti mual, hilang selera makan, atau sariawan, segera konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk penyesuaian makanan.

Ingat, Makanan Bukan Pengganti Obat

Pola makan sehat memang bisa membantu tubuh lebih kuat, mengurangi risiko infeksi, dan mempercepat pemulihan. Namun, makanan bukan pengganti pengobatan medis. Diskusikan kebutuhan gizi Anda dengan dokter atau ahli gizi yang berpengalaman di bidang onkologi.

👉 Dapatkan informasi kesehatan lainnya yang terpercaya dan terkini di POI JAYA.

Oleh: Aisyah Nabila Zahra, S.KM

Referensi

  1. Rock, Cheryl L et al. “American Cancer Society guideline for diet and physical activity for cancer prevention.” CA: a cancer journal for clinicians vol. 70,4 (2020): 245-271. Available from: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/32515498/ 
  2. Bazzan, Anthony J et al. “Diet and nutrition in cancer survivorship and palliative care.” Evidence-based complementary and alternative medicine : eCAM vol. 2013 (2013): 917647. Available from: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24288570/ 
  3. National Cancer Institute. Nutrition in Cancer Care (PDQ®)–Patient Version. 2022. Available from: https://www.cancer.gov/about-cancer/treatment/side-effects/appetite-loss/nutrition-pdq 
  4. Keck Medicine of USC. Nutrition and Cancer: Foods to Eat, Foods to Avoid. 2023. Available from: https://www.keckmedicine.org/blog/nutrition-and-cancer-foods-to-eat-foods-to-avoid/ 
  5. National University Cancer Institute, Singapore. Nutrition and cancer: Eating well during treatment. 2021. Available from: https://www.ncis.com.sg 

image1-1200x900.webp
14/Sep/2025

POI Jaya Sukses Gelar Workshop Multidisiplin Kegawatdaruratan Onkologi Pertama di Indonesia, Libatkan 28 Ahli

Jakarta, [9 Agustus 2025] – Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) Cabang Jakarta Raya berhasil menyelenggarakan Workshop Multidisiplin pada Kegawatdaruratan di Bidang Onkologi, sebuah kegiatan ilmiah yang menjadi pelopor dan satu-satunya di Indonesia. Acara ini diadakan untuk memperkuat kolaborasi berbagai profesi kesehatan dalam memberikan penanganan cepat, tepat, dan terintegrasi bagi pasien kanker pada kondisi darurat.

Bertempat di Ruang Auditorium Rumah Sakit Kanker Dharmais, workshop ini berlangsung selama dua hari dan diikuti oleh 66 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. Peserta meliputi perawat, dokter umum, dokter spesialis hingga konsultan dengan subspesialisasi yang berbeda-beda, momen ini menunjukkan keterlibatan berbagai profesi medis dalam satu forum ilmiah.

Kegiatan menghadirkan 28 pembicara dari berbagai disiplin, membahas 8 topik utama yang relevan dengan situasi gawat darurat pada pasien kanker. Seluruh materi yang disajikan dalam workshop dirancang dengan pembahasan yang komprehensif, mencakup berbagai situasi gawat darurat pada pasien kanker. 

“Acaranya sangat complete karena acara ini multidisiplin menghadirkan banyak pembicara dari berbagai lintas disiplin, topik yang diberikan juga sangat spesifik. Harapannya bisa rutin diadakan karena banyak onkologis yang tertarik untuk belajar di satu forum dengan materi yang komprehensif” ujar narasumber dr. Endang Nuryadi, Sp.OnkRad (K), PhD

Setiap topik dikaji dari berbagai sudut pandang, mulai dari pendekatan klinis, diagnostik, penatalaksanaan medis, intervensi bedah, hingga dukungan perawatan dan terapi penunjang. Pendekatan lintas disiplin ini memastikan peserta mendapatkan gambaran utuh, tidak hanya memahami teori, tetapi juga strategi praktis yang dapat langsung diterapkan dalam penanganan kasus di lapangan. Selain sesi materi, workshop juga dilengkapi diskusi kasus nyata yang memicu interaksi aktif dan berbagi pengalaman antar profesi.

“Workshop ini sangat bagus sekali, semoga setiap tahun bisa diselenggarakan, karena materi yang disampaikan sangat menyeluruh dan juga multidisiplin, yang pasti sangat bermanfaat bagi para onkologis” ujar perwakilan peserta (dr. Linda Fauzi Lubis, Sp.P (K)

Dengan suasana pembelajaran yang dinamis, peserta tidak hanya memperoleh wawasan terbaru, tetapi juga memperluas jejaring kerja sama yang akan bermanfaat di lapangan. POI Jaya menekankan bahwa keberhasilan layanan kegawatdaruratan onkologi memerlukan integrasi pengetahuan, keterampilan, dan koordinasi lintas disiplin.

Sebagai penutup, Prof. Dr. Dr. dr. Ikhwan Rinaldi, Sp.PD-KHOM, M.Epid., M.Pd.Ked., FINASIM, FACP, FISQua menyampaikan pesan penting mengenai makna kolaborasi lintas disiplin. “Melalui forum seperti ini, kita dapat memperkuat sinergi antar profesi. Tujuan akhirnya adalah memastikan pasien kanker di Indonesia mendapatkan penanganan terbaik, terutama pada situasi kritis yang membutuhkan respons cepat,” ujarnya.

POI Jaya mengucapkan apresiasi kepada seluruh pembicara, moderator, peserta, dan tim pelaksana yang telah berkontribusi dalam kesuksesan kegiatan ini. Diharapkan, workshop ini menjadi pijakan untuk penyelenggaraan program serupa di masa depan, sekaligus mendukung peningkatan mutu pelayanan kanker di Indonesia secara berkelanjutan.

Oleh:
Aisyah Nabila Zahra, S.KM


portrait-young-happy-healthy-woman-eating-fresh-vegetable-salad-home-clean-control-food_122732-1050.avif
31/Jul/2025

Pernah dengar bahwa makan tomat bisa bantu mencegah kanker? Ternyata bukan sekadar mitos, lho. Tomat mengandung zat alami bernama likopen, dan belakangan ini banyak peneliti tertarik meneliti hubungan antara likopen dengan risiko kanker.

Baru-baru ini, ada hasil penelitian besar yang diterbitkan di jurnal Frontiers in Nutrition tahun 2024.1 Peneliti mengumpulkan data dari lebih dari 2,6 juta orang dewasa untuk mencari tahu apakah konsumsi tomat (atau lebih tepatnya, likopen di dalamnya) bisa benar-benar menurunkan risiko terkena kanker atau bahkan kematian akibat kanker.

Apa Kata Peneliti?

Dari hasil analisis mereka, ditemukan beberapa hal menarik:

  • Orang yang mengonsumsi lebih banyak likopen cenderung memiliki risiko kanker yang lebih rendah, sekitar 5–11%.
  • Risiko kematian akibat kanker juga turun hingga 24% pada mereka yang kadar likopennya tinggi.
  • Yang paling menonjol: risiko kematian akibat kanker paru-paru bisa turun sampai 35% jika kadar likopen dalam darah cukup tinggi.
  • Menariknya, makan tomat saja tidak langsung terbukti menurunkan risiko terkena kanker, tapi tetap berhubungan dengan penurunan risiko kematian akibat kanker sebesar 11%.

Apa Itu Likopen, dan Di Mana Bisa Didapat?

Likopen adalah pigmen alami berwarna merah yang memberi warna pada tomat, semangka, dan buah merah lainnya. Tapi uniknya, sekitar 80% likopen yang kita konsumsi berasal dari tomat dan produk olahannya seperti saus, pasta, dan sup tomat.2

Likopen bekerja sebagai antioksidan yang artinya, dia bisa membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan yang bisa memicu pertumbuhan sel-sel kanker. Selain itu, berbagai penelitian ilmiah menunjukkan bahwa likopen tidak hanya sekadar antioksidan biasa. Di dalam tubuh, likopen membantu menetralisir radikal bebas, mendukung proses alami tubuh dalam menghentikan pertumbuhan sel kanker, dan bahkan bisa memicu kematian sel yang tidak normal. 

Manfaat ini terlihat di banyak jenis sel kanker, meski efeknya bisa bervariasi tergantung jumlah asupan, jenis kanker, dan kondisi tubuh masing-masing.

Lebih Baik Tomat Mentah atau Dimasak?

Tomat mentah memang segar, tetapi tomat yang sudah dimasak ternyata lebih mudah diserap tubuh karena kandungan likopennya lebih tersedia. Memasak tomat membantu melepaskan likopen dari dinding selnya, dan kalau ditambahkan minyak sehat seperti minyak zaitun, penyerapannya jadi lebih maksimal. Jadi, menu seperti saus pasta tomat, sup tomat, atau tumisan tomat bisa jadi pilihan sehat sehari-hari.

Berapa Banyak yang Perlu Dikonsumsi?

Penelitian menunjukkan bahwa 5–7 mg likopen per hari sudah cukup memberikan manfaat. Angka ini bisa didapat dari sekitar:

  • ½ cangkir saus tomat matang
  • 1–2 buah tomat besar
  • Semangkuk sup tomat

Catatan Penting

Perlu diketahui, karena termasuk studi observasional, penelitian ini tidak membuktikan secara langsung bahwa likopen mencegah kanker, melainkan hanya melihat pola bahwa orang dengan asupan likopen tinggi cenderung memiliki risiko kanker lebih rendah.1

Kesimpulan

Jadi, meskipun tomat bukan “obat” untuk mencegah kanker, mengonsumsinya secara rutin, terutama dalam bentuk yang dimasak bisa jadi bagian dari gaya hidup sehat yang bantu turunkan risiko kanker dan kematian akibat kanker.

Yuk, mulai langkah kecil menuju hidup sehat dengan lebih bijak memilih makanan dan menjalankan pola hidup. Untuk informasi terpercaya dan terkini seputar kesehatan, pencegahan kanker, dan edukasi lainnya, kunjungi website dan media sosial POI JAYA (@poi_jaya) dan bagikan manfaatnya kepada orang-orang terdekat Anda.

Referensi:

  1. Balali, A., Fathzadeh, K., Askari, G., & Sadeghi, O. 2025.  Dietary intake of tomato and lycopene, blood levels of lycopene, and risk of total and specific cancers in adults: a systematic review and dose-response meta-analysis of prospective cohort studies. In Frontiers in Nutrition (Vol. 12). Frontiers Media SA, DOI: 10.3389/fnut.2025.1516048, https://www.frontiersin.org/journals/nutrition/articles/10.3389/fnut.2025.1516048/full
  2. Francisco de Souza, Hugo. 2025. Tomatoes and lycopene: Can eating more reduce your cancer risk?. News-Medical, viewed 14 July 2025, https://www.news-medical.net/news/20250302/Tomatoes-and-lycopene-Can-eating-more-reduce-your-cancer-risk.aspx.
  3. Ozkan, G., Günal-Köroğlu, D., Karadag, A., Capanoglu, E., Cardoso, S.M., Al-Omari, B., Calina, D., Sharifi-Rad, J. and Cho, W.C., 2023. A mechanistic updated overview on lycopene as potential anticancer agent. Biomedicine & Pharmacotherapy, 161, p.114428. Available at: https://doi.org/10.1016/j.biopha.2023.114428

Gambar-awal-1-1200x900.jpg
15/Jul/2025

Peningkatan Kapasitas Klinis Tenaga Medis melalui Workshop FNAB dan Core Biopsy Ultrasound-Guided

Jakarta, 26 April 2025 – Dalam upaya mendukung peningkatan kapasitas tenaga medis Indonesia, POI Jaya dengan bangga menyelenggarakan Workshop Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB) & Core Biopsy Ultrasound-Guided untuk Kelenjar Getah Bening. Workshop ini merupakan forum ilmiah yang dirancang khusus untuk memperdalam pemahaman klinis serta keterampilan teknis dalam prosedur diagnostik pada kelenjar getah bening.

FNAB dan core biopsy menjadi teknik penting dalam diagnosis berbagai penyakit, termasuk keganasan. Dengan panduan ultrasound, kedua prosedur ini dapat dilakukan dengan lebih presisi, aman, dan efektif. Melalui workshop ini, peserta tidak hanya mendapatkan materi teoritis tetapi juga wawasan aplikatif yang mendukung praktik klinis sehari-hari.

Workshop ini menghadirkan narasumber profesional dari berbagai spesialisasi, yang telah berpengalaman luas dalam praktik klinis dan akademik:

  • Prof. Dr. Dr. dr. Ikhwan Rinaldi, Sp.PD-KHOM, M.Epid., M.Pd.Ked., FINASIM, FACP, FISQua yang membahas pendekatan klinis dalam mengevaluasi pembesaran kelenjar getah bening dari berbagai spektrum kasus. Peserta akan diajak memahami pertimbangan-pertimbangan klinis penting sebelum melakukan tindakan invasif.
  • dr. Mulia Rahmansyah, Sp.Rad yang menyampaikan teknik penggunaan ultrasonografi (USG) sebagai panduan utama dalam prosedur FNAB dan core biopsy. Topik ini penting untuk meningkatkan akurasi pengambilan sampel dan mengurangi risiko komplikasi.
  • dr. Rachmawati, Sp.B, Subsp. Onk (K) yang memberikan perspektif dari sisi bedah onkologi terkait pelaksanaan core biopsy pada kelenjar getah bening (KGB). Materi ini akan mengulas aspek teknis dan strategi penanganan kasus onkologis secara lebih mendalam.
  • dr. Rizky Handriani Putri, Sp.PA membahas alur pelaksanaan FNAB secara menyeluruh, mulai dari pemilihan teknik, pengolahan sampel, hingga interpretasi hasil. Peserta akan mendapatkan pemahaman tentang bagaimana hasil diagnosis patologi mendukung keputusan klinis.

Seluruh rangkaian acara akan dipandu oleh Dr. dr. Reza A. Digambrie, Sp.PA, MPd.Ked yang akan bertindak sebagai moderator. Beliau akan memastikan jalannya diskusi berlangsung interaktif, terarah, dan tetap konstruktif, sehingga seluruh peserta dapat menggali pengetahuan secara maksimal. Kegiatan ini dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan yang aplikatif, tidak hanya sebagai teori tetapi juga dapat diterapkan langsung di lapangan.

POI Jaya berharap workshop ini tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu, tetapi juga wadah kolaborasi antardisiplin. Dengan materi yang mendalam dan narasumber yang kompeten, POI Jaya percaya kegiatan ini akan memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan di Indonesia, khususnya dalam penanganan kasus terkait kelenjar getah bening.

POI Jaya juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh narasumber, moderator, peserta, serta tim pelaksana yang telah mensukseskan acara ini. Semoga setiap langkah dalam workshop ini menjadi bagian dari peningkatan standar pelayanan medis yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi pasien.


Gambar-awal-1200x820.jpg
05/Jul/2025

Terapi Sel dan Tantangan Global: Kontribusi Prof. Ikhwan Rinaldi untuk Masa Depan Biomedis Indonesia

Shanghai, 20 Mei 2025 — Terapi sel kini menempati posisi sentral dalam inovasi pengobatan modern, terutama untuk penyakit kanker dan penyakit sistemik lainnya. Dalam forum ilmiah internasional ini, Prof. Dr. Dr. Ikhwan Rinaldi, Sp.PD-KHOM, M.Epid., M.Pd.Ked., FINASIM, FACR, FISD, hadir sebagai pembicara dan panelis untuk mewakili perspektif ilmiah dan praktis dari Indonesia.

Sebagai dokter konsultan hematologi-onkologi medik di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan dosen aktif dalam pendidikan kedokteran serta riset di Indonesia, Prof. Ikhwan menjadi salah satu wakil dari Asia Tenggara yang diundang untuk berbicara dalam dua sesi panel internasional. Dalam forum ini, ia tidak hadir sendiri, dokter dari RS Kanker Dharmais juga turut menjadi bagian dari delegasi Indonesia, memperkuat representasi keahlian nasional dalam bidang kanker dan terapi sel. Forum ini juga dihadiri oleh para ahli onkologi, imunoterapi, dan peneliti dari berbagai institusi global.

Pada sesi “Fucaso® Multiple Myeloma International Exchange”, Prof. Ikhwan menyampaikan pengalaman nyata dalam menangani pasien multiple myeloma di Indonesia. Tanpa presentasi formal, beliau memaparkan ringkasan klinis berbasis kasus lapangan, yang menggambarkan kompleksitas dalam proses diagnosis, keterlambatan akses terapi, hingga tantangan dalam keberlanjutan pengobatan. Diskusi berlangsung interaktif, mendorong pertukaran gagasan lintas negara dalam hal pendekatan diagnosis dan sistem rujukan layanan kesehatan.

Dalam sesi bertema “Global Synergy – Extending Access to Patients Worldwide”, Prof. Ikhwan menyoroti kebutuhan global untuk memperluas akses terhadap terapi inovatif seperti CAR-T (Chimeric Antigen Receptor T-Cell Therapy), terutama di negara-negara berkembang. Beberapa poin penting yang disampaikan adalah sistem regulasi yang adaptif dan harmonisasi lintas negara, strategi pembiayaan dan subsidi inovatif, dan peran kebijakan publik dalam mempercepat adopsi terapi canggih. Prof. Ikhwan menegaskan bahwa meskipun teknologi terapi sel berkembang pesat, akses yang adil dan merata masih menjadi tantangan besar, terutama di negara dengan keterbatasan sistem pendanaan dan infrastruktur kesehatan seperti Indonesia.

Partisipasi Prof. Ikhwan bukan hanya mencerminkan kontribusi individual, melainkan juga posisi Indonesia dalam ekosistem bioteknologi global. Beliau mengangkat realitas yang dihadapi sistem kesehatan nasional, serta menekankan pentingnya kemitraan internasional, dukungan kebijakan berbasis data, dan transfer teknologi dan edukasi lintas batas

Melalui forum ini, Prof. Ikhwan berharap kerja sama riset dan klinis (khususnya untuk terapi sel seperti CAR-T) dapat menghasilkan solusi nyata bagi pasien di Indonesia. Ia juga menggarisbawahi pentingnya mengintegrasikan pendekatan klinis berbasis kasus nyata dengan strategi nasional dalam memperluas akses layanan kesehatan, terutama untuk penyakit berat dan kronis.

 

Kontribusi Prof. Ikhwan di forum ini menjadi contoh penting bagaimana ilmuwan dan praktisi medis Indonesia bisa berperan dalam percaturan inovasi global. Dengan pendekatan yang kolaboratif dan inklusif, masa depan terapi sel yang lebih terjangkau dan merata bukanlah hal yang mustahil.


Telur-Dadar.png
01/Jul/2025

Belakangan ini, marak beredar informasi yang menyebutkan bahwa konsumsi telur, khususnya telur dadar, dapat memicu kanker. Hal ini disebabkan karena putih telur mengandung zat berbahaya bernama avidin yang bisa mengikat biotin dan mengganggu metabolisme tubuh. Benar nggak ya? Yuk kita bahas bersama!

Apa itu Zat Avidin?

Isu ini berawal dari cuplikan acara podcast yang beredar di internet mengenai satu kandungan di putih telur bernama avidin. Pada podcast tersebut Iwan Benny mengatakan bahwa ada komponen kimia bernama avidin dan biotin pada telur yang tidak boleh tercampur. Avidin adalah sejenis protein yang secara alami terdapat dalam putih telur mentah. Avidin terkenal karena kemampuannya mengikat biotin (vitamin B7), yaitu vitamin larut air yang penting bagi tubuh untuk metabolisme lemak, karbohidrat, dan protein. 

Avidin memang bisa mengikat biotin, yaitu vitamin B7 yang penting untuk metabolisme tubuh kita.1-2 Jika avidin mengikat biotin, maka biotin tidak bisa diserap tubuh.3 Avidin dalam putih telur mentah bisa mengikat biotin, sehingga biotin tidak terserap tubuh. Kalau biotin kurang, metabolisme lemak bisa terganggu dan lemak jadi lebih mudah teroksidasi.

Hasil oksidasi ini bisa membentuk senyawa berbahaya seperti malondialdehid atau oksisterol, yang dalam jangka panjang berpotensi merusak sel dan memicu kanker. Namun, saat telur dimasak (dadar, rebus, ceplok), suhu panas akan mengubah struktur protein avidin, nah proses ini disebut denaturasi. Sehingga, Avidin kehilangan kemampuan untuk mengikat biotin dan kandungan biotin dari makanan pun bisa diserap tubuh dengan normal.

Yang lebih perlu diwaspadai justru adalah risiko infeksi bakteri Salmonella. Mengonsumsi telur mentah atau setengah matang dapat meningkatkan kemungkinan terpapar bakteri ini, yang dapat menyebabkan gejala seperti mual, muntah, diare, demam, dan bahkan komplikasi serius, terutama pada anak-anak, ibu hamil, lansia, dan individu dengan sistem imun lemah.

Menurut Healthline (2023), meskipun telur yang dipasteurisasi cenderung lebih aman, konsumsi telur matang tetap menjadi pilihan terbaik untuk menghindari risiko infeksi dan tetap mendapatkan manfaat nutrisinya secara optimal.4

Telur vs Kanker: Ada Hubungannya?

Hingga saat ini, tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa makan telur matang bisa menyebabkan kanker.5 Justru, telur dikenal sebagai salah satu makanan bergizi tinggi. Di dalamnya terdapat protein lengkap, kolin buat otak, dan vitamin penting lain seperti vitamin D dan B12.

Yang perlu diwaspadai justru cara memasaknya. Misalnya, saat menggoreng telur pakai minyak yang sudah dipakai berulang kali sampai hitam pekat. Nah, itu baru bisa menghasilkan senyawa berbahaya yang berpotensi jadi pemicu kanker.

Intinya, Aman untuk Dikonsumsi, asalkan

  1. Telurnya dimasak sampai matang (tidak mentah)6
  2. Menghindari minyak bekas pakai berulang kali
  3. Dikonsumsi dalam porsi wajar

Kadang info viral di media sosial bisa terdengar meyakinkan, apalagi kalau dibumbui istilah medis yang sulit dimengerti. Tapi jangan langsung percaya ya! Cek kebenarannya dari sumber terpercaya, seperti dari dokter, dan sumber informasi kesehatan seperti jurnal dan referensi medis yang valid dan terpercaya. Untuk informasi kesehatan lebih lanjut dan update, jangan lupa follow POI Jaya di instagram, tiktok dan youtube (@poi_jaya)

 

Daftar Pustaka

  1. Mock DM. Biotin: from nutrition to therapeutics. J Nutr. 2017;147(8):1487–92. https://doi.org/10.3945/jn.116.238956
  2. Singh A, Ramaswamy HS. High-pressure inactivation kinetics of avidin. J Food Process Preserv. 2014;38(4):1830–9. https://doi.org/10.1111/jfpp.12154
  3. India.com. Learn about the 5 hidden dangers in raw egg consumption [Internet]. 2024 [cited 2025 Jun 26]. Available from: https://petuz.india.com/dishes/healthy-diet/learn-about-the-5-hidden-dangers-in-raw-egg-consumption-7177679/
  4. Healthline. Is it safe to eat raw eggs? [Internet]. 2023 Sep 12 [cited 2025 Jun 26]. Available from: https://www.healthline.com/nutrition/eating-raw-eggs
  5. Ramadhan MF. Efek avidin terhadap viabilitas dan proliferasi sel kanker kolorektal HT-29 sebagai kandidat anti-kanker [Skripsi]. Jakarta: Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia; 2022. Indonesian. Available from: https://lib.ui.ac.id/detail?id=20527369&lokasi=lokal
  6. Universitas Gadjah Mada. Ahli gizi UGM paparkan bahaya konsumsi telur mentah [Internet]. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada; 2022 Sep 14 [cited 2025 Jun 26]. Available from: https://ugm.ac.id/id/berita/22452-ahli-gizi-ugm-paparkan-bahaya-konsumsi-telur-mentah/

Screenshot-2025-02-04-at-12.31.00.png
04/Feb/2025

🌍🎗 World Cancer Day 2025: United by Unique 🎗🌍

Every effort is unique, but our purpose is the same—to fight cancer together. 💪✨

No matter who you are or what you do, your contribution matters. Let’s stand with us in hope, strength, and action.

Because united, we are stronger.💜

—————————

Setiap upaya itu unik, tetapi tujuan kita satu, melawan kanker bersama. 💪✨

Siapa pun Anda dan apa pun peran Anda, kontribusi Anda sangat berarti. Mari kita bersatu dalam harapan, kekuatan, dan aksi.

Karena bersama, kita akan lebih kuat. 💜

#WorldCancerDay2025
#UnitedByUnique #TogetherWeFight #HopeAgainstCancer #POIJAYA #IndonesianSocietyOfOncology
#INASOJakarta


POI logo

Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) adalah organisasi perhimpunan profesi seminat yang beranggotakan dokter spesialis dalam bidang onkologi.

Copyright POI Jaya 2025. All rights reserved.

; } .etn-event-item .etn-event-category span, .etn-btn, .attr-btn-primary, .etn-attendee-form .etn-btn, .etn-ticket-widget .etn-btn, .schedule-list-1 .schedule-header, .speaker-style4 .etn-speaker-content .etn-title a, .etn-speaker-details3 .speaker-title-info, .etn-event-slider .swiper-pagination-bullet, .etn-speaker-slider .swiper-pagination-bullet, .etn-event-slider .swiper-button-next, .etn-event-slider .swiper-button-prev, .etn-speaker-slider .swiper-button-next, .etn-speaker-slider .swiper-button-prev, .etn-single-speaker-item .etn-speaker-thumb .etn-speakers-social a, .etn-event-header .etn-event-countdown-wrap .etn-count-item, .schedule-tab-1 .etn-nav li a.etn-active, .schedule-list-wrapper .schedule-listing.multi-schedule-list .schedule-slot-time, .etn-speaker-item.style-3 .etn-speaker-content .etn-speakers-social a, .event-tab-wrapper ul li a.etn-tab-a.etn-active, .etn-btn, button.etn-btn.etn-btn-primary, .etn-schedule-style-3 ul li:before, .etn-zoom-btn, .cat-radio-btn-list [type=radio]:checked+label:after, .cat-radio-btn-list [type=radio]:not(:checked)+label:after, .etn-default-calendar-style .fc-button:hover, .etn-default-calendar-style .fc-state-highlight, .etn-calender-list a:hover, .events_calendar_standard .cat-dropdown-list select, .etn-event-banner-wrap, .events_calendar_list .calendar-event-details .calendar-event-content .calendar-event-category-wrap .etn-event-category, .etn-variable-ticket-widget .etn-add-to-cart-block, .etn-recurring-event-wrapper #seeMore, .more-event-tag, .etn-settings-dashboard .button-primary{ background-color: #000000;}